Banyak,..pertanyaan yang muncul mengenai saluran ransmisi dalam dunia RF (khususnya 2 meteran). Saya ingin berbagi pengalaman mengenai hal ini,…
Pada dasarnya untuk menbangun sebuah saluran transmisi yang baik, ada sebuah aturan mendasar yang harus kita pahami,…yaitu adanya resonansi yang bersamaan pada frek. tertentu antara antenna dan kabel transmisi yang digunakan,..(sering diistilahkan dengan DIP)
Kalau antena,..resonansi terjadi bila kita dengan benar melaksanakan proses “matching” pada frekuensi yang diinginkan,..
Sedang bagaimana dengan kabel transmisi,..?
Berdasarkan pengalaman saya ada cara yang mudah untuk menyesuaikan resonansi kabel pada frek tertentu..yaitu:
- Tentukan terlebih dahulu range frekuensi kerja dari pesawat 2 meteran anda
- Carilah Frek. tengah dari batas atas dan batas bawah frek. kerja yang diinginkan (misal frek batas atas 144.000 Mhz dan frek batas bawah 142.000 Mhz,..maka frek tengahnya adalah [(144.000+142.000)/2]
- Setelah frek tengah di dapat,..maka aturlah frek pesawat 2 meteran yang akan digunakan untuk Nge-dip kabel
- Ada beberapa tools yang digunakan,.yaitu SWR meter yang masih standart, T konektor dan dummy load
- Pasangkan kabel yang akan di dip pada salah satu ujung T konektor yang terpasang pada SWR dengan memasangkan konektornya terlebeh dahulu, ujung yang lain tidak usah di pasang konektor (karena akan di potong2x)
- Pada ujung lain dari T konektor pasangkan dummy load
- Gunakan kabel jumper untuk menghubungkan antara pesawat dan SWR
- Cek ulang semua persambungan yang dibuat
- Hidupkan pesawat pada frek tengah yang telah ditentukan tadi
- Posisikan SWR pada fungsi untuk ngematch antenna dan putar tombol kalibrasi sampai jarum kalibrassi maksimum ke arah kanan, kemudian lihatlah match pada swr,..
- Bila kabel yang digunakan masih bagus,…biasanya jarum match akan menunjukan sekitar 1.5:1 s/d 1.7:1
- Pemotongan ujung kabel yang terpasang di T konektor dapat di mulai. Pemotongan kabel hanya sepanjang konektor saja
- Bila sudah mencapai 1.3:1 hentikan pemotongan, kupaslah kabel itu kemudian potonglah inner dari kabel tersebut sedikit demi sedikit sampai di dapat 1.1 : 1
- Bila telah di dapat 1.1 : 1 maka kabel tersebut dapat di asumsikan telah mencapai resonansi pada frek yang telah kita tentukan sebelumnya
- Barulah kabel tersebut digunakan untuk melakukan match pada antenna yang akan dipasang
Selamat Mencoba,…!
terima kasih atas infonya. ini bisa buat bahan ujian
Oleh: danis on Maret 23, 2008
at 8:51 am
Waduh…..Ujian apa mas dannis
Oleh: pramonojgj on Maret 23, 2008
at 2:43 pm
Pak Pram, untuk coaxial power divider pakai kabel 75 ohm apa sama cara nge-dipnya? Kan kalau power divider panjangnya cuma 1/4 lamda. Apa diukur 1/2 lamda dulu baru dipotong separonya?
Buat Mas Andik:
Hmm,..saya belum pernah coba,…tapi logika anda sepertinya ada baiknya untuk di coba.,.
Oleh: Andik on April 30, 2008
at 6:37 am
Terimakasih atas responnya Mas Pram..
ada satu lagi yag mau saya tanyakan yaitu komponen “Dummy LOad”
Bisakah membuat komponen ini sendiri ? ataukah harus ada spesifikasi resistor khusus ataukah harus beli ?
thanks
Jawaban:
Gunakan resistor dengan nilai 1 Kohm, dan daya sebesar 1 watt sebanyak 20 buah,..kemudian diparallel,..untuk daya diatas 100 watt gunakan resistor dengan daya diatas 1 watt,..
wassalam
Oleh: yonnie on Agustus 5, 2008
at 1:22 am
Mas Eko,
Ajarkan juga cara nge Dip in mata dunk,hehehe maksud saya cara nge dip coil biar resonan pd frekuensi yg di inginkan untuk di aplikasi ke trap coil antena hombrew..saya masih bingung masalah ini..harus punya dip meter dan swr analyzer..caranya gimana ya mas? Thanks..
Buat Mas Danuh:
Untuk trap coil sepertinya kudu pake swr analyzer,…soalnya dah merupakan lilitan yang memiliki frekuensi kerja dan resonansi
Oleh: yd0dbu on November 13, 2008
at 4:41 am